BERITA

Moderasi Beragama Untuk Bangun Kerukunan

570
×

Moderasi Beragama Untuk Bangun Kerukunan

Sebarkan artikel ini

SIGI, Celebespos.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, menggencarkan sosialisasi tentang moderasi beragama untuk membangun kerukunan antar-sesama pemeluk agama di wilayah Kabupaten Sigi

“Saya berpandangan mengarus utamakan moderasi beragama di Kabupaten Sigi masih tetap relevan untuk terus disampaikan kepada umat Islam, agar dapat difahami dengan baik,” ucap Ketua MUI Kabupaten Sigi, Ali Hasan Aljufri, di Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Dolo, saat menyampaikan sambutan pada musyawarah daerah II MUI Kabupaten Sigi bertemakan “wujudkan moderasi beragama, perkokoh ukhuwah islamiyah” yang dihadiri dan disaksikan langsung oleh Bupati Sigi, Mohamad Irwan, Kapolres Sigi, AKBP. Yoga Priyahutama, SH.,S.I.K.,MH, Perwakilan MUI Provinsi Sulteng serta jajaran pengurus MUI Kabupaten Sigi, Senin (31/5/2021) pagi.

Kata Ali Hasan Aljufri bahwa pengurus MUI di tingkat Kabupaten, Kecamatan dan Desa di Sigi yang terlibat di dalam Musda II MUI Sigi, mampu menyusun dan merumuskan program-program lima tahun kedepannya.

Program-program itu, kata Ali Hasan, harus mampu menjawab tantangan yang dihadapi oleh umat saat ini, misalnya mengenai moderasi beragama dan problem mengenai toleransi antar-umat beragama.

“Serta menghadapi tantangan kedepan dalam bidang aqidah, syariah, akhlak, budaya, dan perkembangan informasi teknologi dan sebagainya,” ujarnya.

Ia menegaskan penguatan paradigma pemahaman masyarakat khususnya umat Islam di Sigi, mengenai moderasi beragama untuk membangun umat yang moderat, harus menjadi agenda utama MUI di tingkat kabupaten, kecamatan dan desa di Sigi.

“Hal ini penting, seiring dengan adanya indikasi adanya penyebaran faham intoleransi, radikalisme dan terorisme di masyarakat. Olehnya pegurus MUI di semua tingkatan di Sigi agar memahami secara utuh moderasi beragama, sehingga dapat menjadi corong dalam menyampaikannya kepada umat. Setiap pengurus MUI harus menyampaikan tentang Islam wasathiyah kepada sebanyak mungkin umat Islam di Sigi,” ungkap Ketua MUI Sigi ini

Hal itu agar pemahaman ke Islaman sebagaimana yang telah diletakkan oleh para ulama terdahulu di Indonesia bisa hadir kembali dan menjadi jati diri umat Islam di Indonesia termasuk di Sigi.

Selain itu, kata Ali Hasan, MUI Sigi di semua tingkatan harus menyusun program kerja yang disesuaikan dengan tuntutan kemajuan informasi dan digitalisasi.

MUI, tegas sudah harus menyiapkan diri sejak awal untuk menyambut kedatangan tren digitalisasi dan informasi.

“Kalau hal ini tidak dilakukan, maka MUI akan ditinggalkan, karena program dan kinerja tidak menyentuh pada segmen masyarakat yang telah berubah,” ujarnya.

Ali Hasan Aljufri menambahkan bahwa MUI harus menjadi organisasi keagamaan yang bersifat mengayomi, mempersatukan, dan menjadi penyejuk umat beragama.(Amt/Kar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *