BERITA

Penuhi Undangan Presiden Mahasiswa Untad, Yahdi Basma Bahas Soal Ini

Diundang Presiden, Yahdi Basma Bicara Sejarah Gerakan Mahasiswa Hingga Isu Lokal Di Sulteng

PALU, Celebespos.com – Sabtu malam di Cafe Minion, Jl. Yodjokodi, Palu, Yahdi Basma memenuhi undangan dari Presiden Mahasiswa Untad, Anto Basatu, bersama sejumlah pimpinan lembaga kemahasiswaan intra kampus, dalam diskusi sambil ngopi bertajuk, “Quo-vadis Gerakan Mahasiswa Pasca 1998”, Sabtu (19/6/2021) malam.

YB, panggilan akrab Yahdi Basma memulai dari aspek filsafat gerakan mahasiswa sebagai kelompok kelas menengah, kaitannya dengan fungsi sosial nya sebagai agent of social change.

Sebelumnya, Presiden Mahasiswa Untad, Wiranto Basatu membuka serial diskusi dengan meyakinkan aidiensi bahwa BEM UNTAD bertekad untuk meretas jalan baru gerakan mahasiswa di Palu, lewat semangat diskusi dan aksi.

Paparan YB kemudian berlanjut pada uraian ringkas model gerakan perubahan sejumlah negara-bangsa yang dipelopori oleh kelompok kaum terpelajar ini.

“Desakan pencabutan apartheid sepanjang 1970-1980an di Afrika Selatan yang berujung pada demonstrasi besar 16 Juni 1976 di Johannesburg, mereka turun ke jalan menentang undang-undang yang mewajibkan pendidikan berbahasa Afrika. Gerakan ini yang menginspirasi dunia untuk melawan apartheid, sistem pemisahan ras kulit hitam dari kulit putih”, ujar YB memulai.

YB melanjutkan dengan beri deskripsi 4 kasus lainnya di 4 negara. Dari Lapangan Tiananmen, 1989, China, gelombang demonstrasi berminggu-minggu menuntut ditegakkannya demokrasi, l ribuan nyawa melayang. Kemudian yang terjadi di Indonesia, 1998, yang menumbangkan rejim otoritarian Suharto Orde Baru setelah 30 tahun berkuasa.

Kemudian, pada Demonstrasi Iran, 1999, pasca petugas menggerebek sebuah asrama di Universitas Teheran, 20an orang terluka dan 125 lainnya dipenjara, memicu lebih dari 10 ribu mahasiswa turun ke jalan.

Hingga case Black Lives Matter, 2013. Gerakan ini pun menyita perhatian publik di tahun 2014 usai seorang mahasiswa yang ikut berunjuk rasa, Michael Brown, tewas dibunuh polisi.

Puluhan tokoh mahasiswa yang hadir asyik berdiskusi hingga menyoal sejumlah isu lokal yang strategis.

Diskusi dipandu Sekjend BEM UNTAD Wandi, aktivis mahasiswa yang juga fungsionaris di PMII Palu.(Ist/Kar)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker