BERITA

Press Conference Akhir Tahun, Ini Penjelasan BNNP Sulteng mulai dari Pengungkapan Kasus Narkoba hingga Pemberian Edukasi ke Masyarakat

3316
×

Press Conference Akhir Tahun, Ini Penjelasan BNNP Sulteng mulai dari Pengungkapan Kasus Narkoba hingga Pemberian Edukasi ke Masyarakat

Sebarkan artikel ini

PALU, Celebespos.com – Perang terhadap narkoba adalah jargon yang diungkapkan oleh Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesa yang juga menjadi tugas utama Badan Narkotika Nasional. Adapun BNN Provinsi Sulawesi Tengah yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari BNN RI dalam memerangi Narkoba di Sulawesi Tengah demi terciptanya Sulawesi Tengah Bersinar (Bersih dari Narkoba).

BNN Provinsi Sulawesi Tengah sendiri melalui upaya pemberantasan telah melakukan berbagai pengungkapan kasus narkotika sejak bulan Januari – Desember 2021. Dimana dalam setahun, sebanyak 26 berkas perkara dari target 9 berkas perkara yang diantaranya tersangka laki-laki berjumlah 23 dan tersangka perempuan berjumlah 3).

Untuk barang bukti yang telah disita oleh BNNP Sulawesi Tengah adalah Narkotika jenis sabu sebanyak 1.798, 7 gram, uang tunai sebesar Rp. 4.945.000 dan sabu seberat 20 kg dari hasil pengungkapan yang telah bekerja sama dengan BNN RI, serta berhasil mengungkap TPPU sebesar Rp. 355.000.000 di Kabupaten Morowali yang selanjutnya telah di limpahkan penanganannya ke BNN RI.

Terkait upaya pencegahan, BNNP Sulteng tentunya terus melakukan informasi serta edukasi berupa tatap muka secara langsung maupun daring, melalui media cetak dan media elektonik. Informasi dan edukasi berupa sosialisasi bahaya narkoba ke berbagai lapisan masyarakat mulai dari intansi lemerintah, swasta, kelompok organisasi masyarakat, instansi lendidikan dan perguruan tinggi bagi baik tenaga pendidik maupun pelajar, serta kelompok-kelompok masyarakat.

Sejak bulan Januari – Desember 2021, BNNP Sulteng juga telah melakukan diseminasi informasi hingga 2.042.869 orang yang tersebar melalui tatap muka langsung dan daring, serta media cetak dan elektronik (termasuk media sosial).

Program pencegahan BNNP Sulteng di tahun 2021 yang menjadi prioritas nasional adalah pelatihan soft skill bagi pelajar SMA/Sederajat dan pelatihan ketahanan keluarga anti narkoba yang bertujuan membentuk imunitas para siswa dan guru serta lingkup keluarga dalam upaya pencegahan narkoba.

Adapun program tersebut dilaksanakan di Desa Tinggede, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi. Pelatihan soft skill bagi SMA/Sederajat itu sebanyak 25 kali untuk guru dan 18 kali untuk siswa/i sekolah SMA Negeri 12 Sigi.

“Untuk program pelatihan ketahanan terhadap keluarga sebanyak 10 kali, yang terdiri dari 10 kali anak dan 10 kali orang tua yaitu ibu dari anak-anaknya. Program ini dilaksanakan di Desa Tinggede, Kabupaten Sigi,“ ucap Monang Situmorang, yang didampingi Kepala Kesbangpol Provinsi Sulteng, Kabid Pemberantasan serta Kabag Umum dihadapan awak media dalam gelaran press conference akhir tahun 2021 yang digelar di Kantor BNNP Sulawesi Tengah, Kota Palu Selasa (21/12/2021) pagi.

Selain pencegahan, kata Monang, BNNP Sulteng terus mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berperan serta aktif mencegah penyalahgunaan narkoba melalui pelatihan pengembangan kapasitas agar mampu menjadi penggiat-penggiat yang aktif dilingkungannya dalam mencegah peredaran gelap narkoba.

“Di tahun anggaran 2021, instansi pemerintah yang mendapatkan pengembangan kapasitas adalah Instansi yang berada di wilayah Ibu Kota Provinsi dan wilayah Kabupaten Sigi. Disana terdapat 20 puskesmas telah mendapatkan peningkatan kapasitas untuk dapat menjalankan program pencegahan di lingkungan kerjanya,“ ujarnya.

Kepala BNNP Sulteng ini menjelaskan, intansi pendidikan yang mendapatkan pengembangan kapasitas untuk menjadi penggiat narkoba adalah 5 Lembaga dari 4 Perguruan Tinggi dengan total penggiat adalah 30 orang.

“Kelompok masyarakat yang mendapatkan pengembangan kapasitas adalah desa Tinggede dan Kelurahan Tatura Utara dengan jumlah penggiat 25 orang. Selain itu BNNP Sulteng juga melakukan upaya bimbingan teknis kepada instansi swasta/badan usaha dari 4 instansi/badan usaha yang berjumlah 25. Mereka merupakan anggota dari Kadin Kota dan Provinsi serta UMKM,“ cetusnya.

Program pemberdayaan alternatif, kata Monang, juga dilakukan pada wilayah rawan penyalahgunaan narkoba, “Di tahun 2021 ini, wilayah yang mendapatkan intervensi adalah Kelurahan Bantaya, Kabupaten Parigi Moutong. Program pemberdayaan itu menyasar pada 30 orang di wilayah tersebut dengan diberikannya 2 kali pelatihan life-skil yaitu pembuatan Box dari baja ringan serta pembuatan Makanan Ringan,“ bebernya lagi.

Kemudian dalam rangka upaya penyelamatan para penyalahgunaan dari jeratan narkoba, BNNP Sulteng terus melakukan upaya rehabilitasi, “Di tahun 2021, upaya rehabilitasi yang menjadi program prioritas nasional adalah terbentuknya Intervensi Berbasis Masyarakat atau IBM,“ jelas, Jendral Bintang Satu itu.

BNNP Sulteng membentuk IBM di desa tinggede yang bernama Mabelo Singgani. Upaya rehabilitasi ini ditujukan bagi korban penyalahgunaan dengan status ringan, “Tim yang melakukan rehabilitasi di Mabelo Singgani disebut sebagai agen perubahan. Selama tahun 2021, mereka telah berhasil melakukan pemulihan sebanyak 29 orang dari target 40 orang,“ ungkap Monang.

Selain melalui upaya IBM, BNNP Sulteng melalui klinik mosipakabelo tetap memberikan rehabilitasu rawat jalan selama tahun 2021. Jumlah klien yang telah menjalani rehabilitasi adalah 230 orang dari target 204 orang. Selain itu, untuk membantu proses rehabilitasi yang terstandar, BNNP se Sulawesi Tengah telah menyelesaikan sertifikasi kepada 10 orang konselor adiksi.

Untuk mendukung berbagai upaya BNNP Sulawesi Tengah dalam menjalankan tugasnya War On Drugs, bagian umum BNNP Sulawesi Tengah melakukan upaya dukungan dengan menyediakan manajemen kepegawaian yang optimal melalui pelatihan peningkatan kapasitas pegawai dan memastikan seluruh pegawai menjalankan tugasnya dengan berintegritas dan bertanggungjawab sesuai kaidah akuntabilitas program dan keuangan.

Untuk menguatkan perlawanan terhadap narkoba, masih kata Monang, BNNP Sulawesi Tengah terus membangun sinergi dengan seluruh pihak di Sulawesi Tengah. Sinergi itu berupa kerja sama antara BNNP Sulteng dengan Organisasi Pemerintah Daerah, Organisasi Masyarakat dan Pihak Swasta.

Berbagai perjanjian kerja sama dan program pencegahan/pemberdayaan masyarakat telah dilaksanakan. Sejauh ini, hasilnya terus positif dimana kedua belah pihak terus saling mendukung upaya pencegahan melalui sosialisasi dan tes urin.

“Atas nama kepala BNNP Sulteng, saya terus mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut serta perang melawan narkoba. War on drugs“. Tutupnya. (Hms/Kar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *