BERITA

Pelestarian Hutan dan Lingkungan SDA Melalui Kegiatan Sarasehan

1283
×

Pelestarian Hutan dan Lingkungan SDA Melalui Kegiatan Sarasehan

Sebarkan artikel ini

DONGGALA, Celebespos.com – Hutan sebagai Sumber Daya Alam Hayati sebagai karunia dan amanah Tuhan Yang Maha Esa yang dianugerahkan kepada bangsa Indonesia merupakan kekayaan alam yang sangat tinggi nilainya karena dapat memberikan manfaat langsung maupun tidak langsung bagi kehidupan dan penghidupan bangsa Indonesia, baik manfaat ekologi, sosial budaya maupun ekonomi.

Untuk itu hutan harus dikelola secara professional agar manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi sekarang dan generasi yang akan datang.

Pemanfaatan hutan yang tidak terkendali mengakibatkan kerusakan di hilir sungai, dan akibatnya berbagai jenis bencana dapat terjadi di hulu. Misalnya banjir bandang, longsor, degradasi lahan akibat erosi humus tanah yang menyebabkan kerugian materil dan nonmateril. Serta gangguan Kamtibmas.

Keberadaan Kelompok Pencinta Alam dapat dibina untuk menjadi agen pelestari hutan dan lingkungan Sumber Daya Alam hayati lainnya ditempat mereka beraktivitas.

Pelestarian hutan dan lingkungan Sumber Daya Alam diwujudkan oleh Kelompok Pencinta Alam, dalam hal ini Kelompok Pencinta Alam (KPA) Salumpangi yang berada Di desa Masaingi, Kec.Sindue Kab. Donggala melalui kegiatan Sarasehan dengan Civitas akademik
dengan mengambil topik “Kerusakan Di Hulu, Bencana Di Hilir”, dengan Sub Tema “Tanggung jawab Kelompok Pencinta Alam (KPA) pada pengelolaan hutan secara berkesinambungan”.

Kegiatan menggandeng akademisi dari Universitas Tadulako sebagai narasumber, yaitu Bapak Muhammad Rusli S.Si, M.Si, dosen prodi Teknik Geofisika FMIPA Untad dan Bapak Maskur, S.Si.,M.Sc., dosen Prodi Fisika FMIPA Untad dan Dosen Pembimbing Lapangan KKN LPPM Untad. Kegiatan berlangsung pada Senin, (28/6/2021), bertempat di café wisata pantai Masaingi.

Hadir pada acara ini adalah kepala desa Masaingi, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda dan seluruh anggota KPA Salumpangi.

Dalam pemaparannya Bapak Muhammad Rusli menguraikan bahwa dengan nilai ekonomis yang tinggi pemanfaatan hutan ada saja orang  yang memanfaatkannya secara instan dengan mengeluarkan modal yang sekecil-kecilnya untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya tanpa memikirkan aspek legalitas, prosedural, keadilan, kearifan dan kelestarian hutan dan sumber daya alam hayati.

Olehnya itu Dalam rangka mencegah dan membatasi kerusakan hutan, kawasan hutan dan hasil hutan, tumbuhan dan satwa liar yang disebabkan oleh perbuatan manusia, dan mempertahankan serta menjaga hak-hak negara, masyarakat, dan perorangan atas hutan, kawasan hutan dan hasil hutan, perlu dilakukan upaya perlindungan hutan.

Sementara Bapak Maskur memberikan pengalaman tentang pemberdayaan masyarakat sekitar hutan untuk menggali sumber-sumber ekonomi tanpa mengganggu hutan secara berlebihan, seperti misalnya mengembangkan pariwisata hutan, budidaya tumbuhan endemic, pemanfaatan teknologi tepat guna, misalkan pembuatan cocopet yang memamfaatkan limbah sabut kelapa, pembuatan VCO dan lain sebagainya. Pada sesi diskusi dan tanya jawab. berlangsung santai, para anggota KPA Salumpangi mengemukakan pengalaman mereka dalam kegiatan pelestarian hutan di desa Masaingi yang penuh dengan tantangan.

Harapannya kelompok pencita alam (KPA) Salumpangi dapat menjadikan kegiatan ini dilakukan secara berkesinambungan. Metodenya bisa dengan cara langsung yaitu dengan seminar/pemberian materi, pelatihan dan pertemuan tahunan. Bentuk, isi dan bobot materi pembinaan disesuaikan dengan tingkat pendidikan dan profesi peserta.

sehubungan dgn kegiatan yang di laksanakan oleh KPA Salumpangi Bapak Nawawi Kepala desa Massaingi menjelaskan bahwa saat ini pemerintah kab. Donggala memprioritaskan pada aspek pariwisata dalam meningkatkan pertumbuhan perekonomian di wilayahnya

Khususnya di Desa massaingi mempunyai banyak lokasi yang berpotensi menjadi objek wisata yang tentunya akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di wilayah tsb.

Akan tetapi ada hal-hal yg yang akan dapat menghambat pertumbuhan pariwisata di desa Massaingi dgn adanya ancaman bencana berupa banjir dan longsor jika alam, hutan di sekitar wilayah massaingi tidak terjaga dengan baik.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Kelompok Pencinta Alam Salumpangi merupakan kegiatan yang positif yang dilakukan oleh generasi muda sebagai wujud dri kepedulian nya thdp lingkungan dan pengembangan Desanya kedepannya .

Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Polri khususnya kepada Ditintelkam Polda Sulteng Bidang Ekonomi yang sudah memberikan masukan dan telah mendorong kegiatan pengembangan aktifitas Pelompok Pecinta Alam (KPA) serta peran dan partisipasinya dalam upaya konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya, mengembangkan wawasan dan pengetahuan Kelompok Pecinta Alam, melakukan koordinasi dan berbagi pengalaman antar anggota Kelompok Pecinta Alam. sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik.

Kedepannya kelompok pencinta alam (KPA) salumpangi akan menjadi pelopor dalam menyelamatkan lingkungan dari kerusakan dan membantu pihak – pihak terkait didesanya untuk menjaga keamanan dan ketertiban tetap dalam situasi yang kondusif.(Kar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *