BERITAKESEHATAN

PMI Sulteng Siapkan Pendonor Siaga untuk Antisipasi Kekosongan Darah Langka

8
×

PMI Sulteng Siapkan Pendonor Siaga untuk Antisipasi Kekosongan Darah Langka

Sebarkan artikel ini

PALU – Palang Merah Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah mengandalkan sistem database pendonor aktif sebagai solusi utama dalam mengatasi potensi kelangkaan stok darah, khususnya untuk golongan darah langka yang kerap sulit ditemukan saat dibutuhkan masyarakat.

Ketua PMI Sulawesi Tengah, Hidayat Lamakarate menjelaskan, stok darah di Unit Donor Darah (UDD) pada dasarnya selalu tersedia. Namun, tantangan muncul ketika kebutuhan pasien tidak sesuai dengan jenis golongan darah yang tersedia di lemari penyimpanan, seperti golongan darah AB maupun rhesus tertentu.

“Stok darah di PMI sesungguhnya selalu tersedia, hanya saja terkadang tidak sesuai dengan jenis yang dibutuhkan masyarakat saat itu. Untuk mengantisipasinya, kami memiliki database pendonor aktif berdasarkan golongan darah mereka masing-masing,” ujar Hidayat, Selasa (12/5/2026).

Melalui sistem database tersebut, petugas PMI dapat memantau pendonor yang telah memasuki masa aman untuk kembali mendonorkan darahnya. Ketika terjadi kekosongan stok darah tertentu, PMI akan langsung menghubungi pendonor yang datanya tersimpan dalam sistem untuk melakukan donor secara spontan.

“Begitu ada kebutuhan mendadak untuk golongan darah langka yang stoknya kosong, kami langsung menelepon masyarakat yang ada di database,” katanya.

Menurut Hidayat, beberapa jenis golongan darah memang tergolong langka di tengah masyarakat sehingga sulit disimpan dalam jumlah besar. Karena itu, keberadaan database pendonor aktif menjadi langkah strategis agar kebutuhan rumah sakit tetap dapat terpenuhi meski stok sedang menipis.

“Golongan darah tertentu memang langka di masyarakat, sehingga agak sulit bagi kita untuk menyetoknya. Database ini menjadi jaminan bahwa permintaan mendesak dari rumah sakit tetap bisa kita upayakan pemenuhannya,” ujarnya.

Selain mengandalkan sistem data pendonor, PMI Sulawesi Tengah juga rutin menjalankan program donor darah keliling dengan menggandeng berbagai instansi, lembaga pemerintah, hingga sektor perbankan. Kegiatan tersebut dilakukan secara terjadwal setiap bulan guna menjaga stabilitas stok darah di UDD.

“Kami sudah memiliki jadwal rutin setiap bulan dengan berbagai kantor, lembaga pemerintah, hingga perbankan untuk melakukan kegiatan donor darah,” ucap Hidayat.

Meski PMI Sulawesi Tengah saat ini menghadapi efisiensi anggaran, Hidayat memastikan pelayanan kemanusiaan tetap berjalan maksimal. Ia menilai pemanfaatan data pendonor aktif menjadi langkah efektif dan efisien dalam membantu penyelamatan nyawa masyarakat.

“Tidak ada alasan layanan terhenti, kami akan terus berinovasi dan memanfaatkan data yang ada untuk memastikan misi kemanusiaan tetap berjalan maksimal. Kami mengimbau masyarakat untuk mendaftarkan diri menjadi pendonor aktif agar data mereka bisa sewaktu-waktu menyelamatkan nyawa,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *