BERITA

Fraksi Demokrat DPRD Sigi Pertanyakan Langkah dan Upaya Pemda Tekan Inflasi

961
×

Fraksi Demokrat DPRD Sigi Pertanyakan Langkah dan Upaya Pemda Tekan Inflasi

Sebarkan artikel ini

SIGI, Celebespos.com – Fraksi Partai Demokrat DPRD Kabupaten Sigi mempertanyakan langkah dan upaya Pemerintah daerah (Pemda) menekan inflasi di daerah tersebut.

Hal ini ditegaskan Sekretaris Partai Demokrat Kabupaten Sigi sekaligus legislator muda DPRD Sigi, Ikra Ibrahim disela-sela agenda Paripurna Pandangan Umum Fraksi-Fraksi atas Penjelasan Bupati Sigi serta Pengantar Nota Keuangan Rancangan APBD Tahun Anggaran 2023, yang dipimpin Wakil Ketua I, Rahmat Saleh, didampingi langsung Ketua DPRD Sigi, Moh Rizal Intjenae, serta yang mewakili Bupati Sigi adalah Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Sekretariat daerah (Setda) Kabupaten Sigi, Andi Ilham, Kamis (29/9/2022) siang.

Ikra mengatakan, terkait dengan potensi inflasi bahkan potensi resesi ditahun 2023 mendatang akibat kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), fraksi Demokrat memandang perlunya perhatian khusus dari pemerintah daerah dalam menyikapi dan merespon persoalan tersebut.

Sehingga, menurut ayah satu anak ini, partainya mempertanyakan langkah-langkah atau upaya pemerintah daerah dalam menangani persoalan tersebut dikemudian hari.

“Demokrat pertanyakan soal bagaimana skema yang akan dibangun oleh Pemda Sigi terkait dengan kompensasi BLT BBM dari pemerintah pusat untuk dikolaborasikan dengan program pemerintah daerah saat ini“. tukasnya.

Untuk diketahui, terdapat dua sumber utama inflasi, pertama dari kelompok harga yang ditetapkan pemerintah atau administered price. Di antaranya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi, gas LPG non subsidi, tarif listrik, dan tarif pajak PPN menjadi 11 persen per April 2022.

Kedua dari kelompok gejolak harga pangan atau volatile food. Di antaranya adalah penghapusan harga eceran tertinggi minyak goreng, kenaikan harga cabe, dan produk pangan lainnya. Inflasi menjadi tantangan utama pemerintah saat ini dalam pemulihan pandemi Covid-19 yang telah berjalan sekira tiga tahun. Hal ini semakin diperparah dengan krisis global dan konflik sejumlah negara. (Kar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *