SIGI, Celebespos.com – Bagi pengguna Media Sosial (Medsos) khususnya Facebook harus berhati-hati. Pasalnya, saat ini mulai ramai oknum yang tak bertanggung jawab meretas (hack) facebook dan mengatasnamakan pemilik akun dengan berbuat semena-mena alias menjatuhkan nama baik seseorang apalagi seorang pejabat publik.

Baru-baru ini, akun facebook Sekretaris Badan Ketahanan Pangan pada Badan Pangan Nasional RI, Anas Yalitoba di hack atau disamai. Sejumlah teman facebook menerima status akun yang mengatasnamakan “Anas Yalitoba II” dengan mengata-ngatai sang pejabat publik tersebut yang tidak-tidak alias menyebar fitnah dengan memasang foto seorang wanita yang tak diketahui asal usulnya.
“Mantan masalalu tahun 2015 di apartemen jakarta” (jelas isi status, yang dibarengi dengan foto seorang wanita).
Anas, sapaan akrabnya menuturkan, akun facebook miliknya dibajak orang yang sudah diketahui identitasnya.
“Dia itu merupakan seorang anak yang kami hidupi dulu, dia juga pernah menjadi staf saya di Kementerian tetapi karena tabiatnya mencuri sehingga kami pulangkan. Namanya itu “Dayat Latopada”. Email-nya pun sudah jelas tertera disitu namanya. Kami akan polisikan anak itu, sudah keterlaluan sekali,“ kesal Sesba Ketahanan Pangan, Anas Yalitoba pada media ini, Rabu (6/4/2022).
Tak hanya sampai disitu, pelaku juga diketahui membuat akun palsu yang mengatasnamakan “Niniek” dan “Maia Yulina” dengan menggunakan foto profil FB anak dan istri beliau (Anas Yalitoba).
“Jangan percaya, jika akun Facebook saya dan suami beserta anak kami membuat status yang tidak-tidak, karena itu dipastikan bukan kami,“ tambah Munawarah, istri dari Sesba Ketahanan Pangan ini.
“Secepatnya kami akan laporkan kasus pencemaran nama baik ini ke petugas kepolisian. Jelas, ini sudah melanggar UU ITE,“ terang Munawarah.
Ia mengimbau, kepada masyarakat yang nenggunakan akun facebook, jikalau akun tersebut membuat status dengan perkataan yang berbaur negatif, dipastikan itu bukan akun milik suaminya.
“Jangan percaya, jelas itu bukan suami saya jikalau membuat kata-kata yang tidak-tidak apalagi berbaur negatif“. pesannya pada publik. (Tim)











