BERITA

Pemekaran DOB Tomini Raya dan Moutong Jangan Jadikan Tumbal Politik

888
×

Pemekaran DOB Tomini Raya dan Moutong Jangan Jadikan Tumbal Politik

Sebarkan artikel ini

PARIGI MOUTONG, Celebespos.com – Terkait pernyataan Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Gerakan Indonesia Raya (DPD- Partai Gerindra) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) dengan meminta Ketua Badan Legislasi DPR-RI dapat menggunakan hak inisiatif dalam pemekaran daerah otonomi baru Tomini dan Moutong di salah satu media online dengan judul “Longki Meminta Ketua Baleg DPR-RI Membuktikan Hak Inisiatif Pemekaran Tomini dan Moutong”, mendapat tanggapan dari salah satu tokoh pemuda wilayah Pemekaran DOB Tomini dan Moutong, Fadli Anang, SH.,MH.

Fadli yang berprofesi sebagai Kepala divisi LPPN-RI (Lembaga pemantau penyelenggara Negara Republik Indonesia)
wilayah Timur Indonesia sekaligus Direktur Eksekutif Yayasan Eksplorasi Laut Teluk Tomini dan juga seorang lawyer ini mengungkapkan bahwa, saat ini belum ada Undang-Undang (UU) atau moratorium untuk pemekaran sebuah wilayah

Menurutnya, pemekaran sebuah wilayah memang harus memiliki landasan serta aturan yang cukup jelas, “Kita harus punya landasan dan aturan yang cukup jelas tentang pemekaran sebuah wilayah. Jangan mengada-ada, hanya karena momen 2024,“ kata Fadli Anang dalam pernyataannya yang diteruskan ke redaksi media ini melalui Via Wa, Rabu (25/5/2022).

Dirinya sebagai warga Tomini Raya, lanjut Fadli, menanggapi pernyataan tersebut, “Maaf saya warga Tomini Raya menanggapi hal ini. beliau Bupati 2 periode dengan mengkampanyekan pemekaran Tomini dan Moutong tak kunjung selesai. Setiap ada momen politik (pemilihan kepala daerah dan legislatif) selalu diwacanakan, begitu mereka duduk menjabat, habis lagi momen tersebut tanpa ada realisasi,“ kata Fadli.

“Kemudian 2 periode ke Gubernur, sebelumnya di kampanyekan dan diwacanakan lagi. Begitu duduk menjabat, tidak ada realisasi atau tindak lanjut. Sekarang ini momen 2024 diwacanakan lagi,“ ujarnya.

Untuk itu, dirinya berharap, hal-hal demikian tidak terulang lagi dengan memanfaatkan momen pada kepentingan politik, “Jangan lagi ada hal-hal seperti sebelumnya dengan memanfaatkan momen karena datangnya Pilkada ataupun Pemilu,“harapnya.

Masyarakat Tomini dan Moutong, kata dia, sudah pandai dan dewasa menghafal karakter oknum-oknum yang ingin mengambil keuntungan didalamnya.

“Tomini dan Moutong sudah Hafal Mati karakter oknum pemerintah atau oknum politisi seperti ini. Ini lagu lama yang coba dinyanyikan kembali“. tandasnya. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *