BERITA

LPPM Untad : Pembangunan Kantor Bupati Sigi Tetap di Bora

857
×

LPPM Untad : Pembangunan Kantor Bupati Sigi Tetap di Bora

Sebarkan artikel ini

SIGI, Celebespos.com – Pemerintah Kabupaten Sigi kembali melakukan pertemuan bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Tadulako (Untad) Palu yang di Ketuai oleh Dr. Taslim Bahar didampingi Koordinator Dr. Rahman dalam rangka pemaparan kajian penelitian kawasan perkantoran Bora, bertempat di Triple F Cafe & Coffe, Kota Palu, Jumat (14/1/2022) siang-sore hari.

Bupati Sigi, Mohamad Irwan mengatakan dalam menyusun perencanaan ini, tentunya dengan berbagai macam pertimbangan.

Pertama, daerah Sigi ini, kata Bupati, adalah merupakan daerah yang rawan bencana. apalagi kata dia, di kawasan perkantoran Bupati telah ditentukan sebelumnya bahwa daerah kantor Bupati ini menurut data JICA dan BMKG memang sangat rawan bencana, sehingga perlu adanya mencari alternatif lainnya.

“Kita tidak akan memindahkan kantor keluar Bora dikarenakan sebuah ketentuan, tetapi kita mencari alternatif lain,“ ungkap Mohamad Irwan.

Bupati yang didampingi Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Iskandar Nongtji, Kadis PU dan Kawasan Perumahan, Hendri Kusuma Rombe serta Sekretaris, Edy Dwi Saputro menyampaikan bahwa hal
Inilah yang telah di diskusikan dari beberapa saat kemarin sampai hari ini.

“Kita sudah diskusikan dari kemarin dan sudah ada teman-teman dari LPPM Untad bersama tim yang sudah menyusun 4 alternatif,“ bebernya.

Bupati menguraikan, keempat alternatif ini memang juga merupakan daerah yang sangat rawan, namun juga dari 4 ini, terdapat satu zona yang bisa di maksimalkan sehingga, dari kesimpulan tadi Pemda Sigi telah mengambil keputusan dengan mengacu pada catatan yang telah diberikan oleh tim LPPM Untad sehingga juga harus seperti itu.

Tentunya pertimbangan teknis adalah hal yang sangat besar, “Kalau saya mengikuti pikiran dan perasaan, maka saya mengambil alternatif empat karena disana viewnya baik dan tembusannya itu pada kawasan Bora-Pandere namun, dalam penentuan kebijakan ini harus rasional, sehingga keputusan yang lahir tidak berdasarkan sebuah nilai keinginan karena egoisme untuk mengambil tempat itu, akan tetapi benar-benar rasional berdasarkan keputusan tim,“ kata Mohamad Irwan.

“Jika keputusan ini ada pada alternatif yang lain bukan berarti yang keempat ini kita buang, melainkan kita jadikan kawasan wisata dan nilai ruang ekonomi, artinya masyarakat akan kita dorong untuk membangun UMKM disitu. Saya memohon teman-teman Untad yang mendesain yang paling memahami,“ ujarnya lagi.

Kemudian ada konsep hijau, ketika ada ruang yang memang unik, maka teman-teman Untad nantinya yang akan menerjemahkannya gagasan disini, “Terima kasih sebelumnya pada Ketua Tim LPPM Untad, Doktor Taslim Bahar dan Koordinator, Doktor Rahman. Alhamdulillah beberapa bulan ini telah menyusun rencana untuk mendesain Ibu Kota Kabupaten Sigi di desa Bora ini agar menjadi lebih indah lagi,“ sebutnya.

Menanggapi hal ini, Ketua LPPM Untad, Dr. Taslim Bahar mengungkapkan bahwa semua alternatif ini memang ada kelebihan dan kekurangannya, pada alternatif dua dipilih sebagai pusat perkantoran, alternatif empat dipilih sebagai pusat Eco Greend yang menjadi pusat tarikan wisata dan hal itu memang pas karena terdapat sebuah potensi didalamnya.

“Kami akan manfaatkan semua yang ada dengan masing-masing lokasi yang mempunyai kelebihan,“ cetus Taslim Bahar.

Di alternatif dua yang sebelumnya tercantum dalam RDTR, sambungnya, pada dasarnya memang kawasan tersebut harus dikembangkan. Akan menjadi pusat konektifitas antara dalam Provinsi sampai ke Kulawi hingga Pipikoro yaitu perbatasan Kalamanta.

Bora-Pandere nantinya akan menjadi sebuah tarikan untuk pusat pengembangan kawasan di wilayah Bora dan sekitarnya karena memang akan mempunyai konektifitas, “Di Bora-Pandere terdapat sembilan titik konektifitas jalan poros Palu-Kulawi yang terisi di Jalan Bora-Pandere dan kalau itu sudah jadi, tentunya akan sangat besar manfaatnya,“ terangnya.

Terkait untuk kawasan perkantoran Bora, kata dia, tentunya akan lebih mendetail dalam membuat master plandnya, termasuk juga yang lain-lain.

“Jadi Kantor Bupati tidak lari dari kawasan Bora, hanya kita geser saja (lokasinya kita pindah) dan kantor lama akan kita jadikan pusat wisata,“ terang Ketua LPPM Untad itu. (Kar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *