BERITA

Sebanyak 12 Desa di Dolo Selatan Sepakati Aturan Bersama Soal Resiko Bencana

760
×

Sebanyak 12 Desa di Dolo Selatan Sepakati Aturan Bersama Soal Resiko Bencana

Sebarkan artikel ini

SIGI, Celebespos.com – MRED Mercy Corps Indonesia melakukan pertemuan kegiatan program pemulihan pasca bencana di 12 Desa di Kabupaten Sigi, hal ini difokuskan pada pengurangan resiko bencana dalam meningkatkan ketangguhan mata pencaharian masyarakat.

Pada pertemuan kali ini juga membahas tentang peraturan bersama Kepala Desa, hal ini diperlukan sebagai acuan hukum untuk keberlanjutan sistem peringatan dini yang ada di Kecamatan Dolo Selatan, sehingga terdapat sistem pengelolaan dan
perawatan bersama terhadap sistem yang sudah dibangun, sehingga di 12 Desa telah menyepakati bersama tentang peraturan bersama Kepala Desa sebagai acuan hukum untuk keberlanjutan sistem peringatan dini yang ada di wilayah Kecamatan Dolo Selatan.

Adapun kegiatan ini berlangsung di kantor Camat Dolo Selatan, Kamis (13/1/2022) pagi-sore. Turut hadir diantaranya, unsur Camat Dolo Selatan, perwakilan Dinas PMD Sigi, Bapedda Sigi, Diskominfo Sigi, para Kepala Desa dan BPD se Kecamatan Dolo Selatan, FRB, serta para NGO, DRR Technical Coordinator Project MRED Mercy Corps Indonesia, Upi Gufiroh, YSI dan Pusaka.

Dalam kegiatan peningkatan kesiapsiagaan, Mercy Corps Indonesia telah bekerja sama dengan BMKG dan BPBD dalam pembangunan sistem peringatan dini banjir berbasis web yang mengintegrasikan informasi cuaca BMKG (NDF dan Nowcasting) dengan sensor curah hujan dan sensor ketinggian muka air yang ditempatkan di lapangan.

Pihak Mercy Corps Indonesia saat ini juga sedang menjalankan proyek mengelolah resiko melalui Pembangunan Ekonomi di Indonesia (Proyek MRED Indonesia) yang bertujuan untuk membangun masyarakat sadar bencana dengan memperkuat kapasitas kelompok rentan untuk meminimalkan dampak bahaya alam serta guncangan dan tekanan terkait iklim melalui kemitraan multipihak antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sipil.

Selama berlangsungnya kegiatan, terlihat para Kepala Desa, BPD, KSB, dan FRB Dolo Selatan banyak memberikan sumbang saran terkait soal keberlanjutan sistem peringatan dini yang ada di wilayah tersebut.(Kar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *