PALU, Celebespos.com – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Palu, mendesak aparat kepolisian memproses hukum oknum Satpol PP.
Sebelumnya, oknum Satpol PP melakukan tindak kekerasan terhadap pemilik salah satu cafe di Desa Panciro, Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan pada Rabu, 14 Juli 2021.
Sepasang suami istri yang merupakan pemilik salah satu cafe di daerah tersebut menjadi korban.
Parahnya, istri yang sedang hamil ditampar oknum Satpol PP hingga harus dilarikan ke rumah sakit.
Ketua Umum KNPI Palu, Sidiq Djatola mengatakan tindakan tersebut bukan membuat masyarakat patuh pada PPKM.

Ketua KNPI Kota Palu, Sidiq Djatola
“Kalau sudah seperti ini, masyarakat justru melawan dan apatis dengan PPKM,” jelasnya pada media ini pada Jumat, (16/7/2021) kemarin.
Meskipun pemerintah daerah telah menekankan agar bersikap humanis dan profesional, dirasa belum cukup.
Mestinya para Satpol PP harus sadar tidak melakukan kekerasan saat berhadapan dengan masyarakat di masa pandemi corona.
Ditambah lagi, para pelaku usaha merasa tertekan akibat pandemi corona serta aturan PPKM.
Di samping itu, Sidiq Djatola juga menyayangkan tidak adanya penguatan peran Satpol PP selama pengetatan PPKM.
Paling tidak, ada solusi lain yang perlu dilakukan agar masyarakat patuh dengan aturan yang ada.
“Inovasi perlu dilakukan, salah satunya mengedukasi dengan cara yang baik, tanpa pelaku usaha merasa tertekan,” jelasnya.
“Seperti membawa bantuan alakadarnya sebagai wujud perhatian terhadap pelaku usaha yang terdampak pandemi corona,” sambut Sidiq Djatola.
Berlajar dari insiden itu, Sidiq Djatola mengatakan jangan sampai terjadi di Sulawesi Tengah, khususnya Kota Palu.
“Satpol PP harus mengevaluasi kinerjanya, jangan sampai ada oknum yang bertindak seperti itu,” ujarnya.***
Baru-baru ini, Kepala Satpol PP Alimuddin Tiro meminta maaf kepada masyarakat, khususnya korban kekerasan atas ulah anggotanya.
“Atas nama pemerintah dan Satpol PP menyampaikan permohonan maaf,” ucapnya seperti dikutip iNSulteng.com dari Antara pada Jumat, 16 Juli 201.
Atas ulah anggotanya, Alimuddin Tiro menyayangkan insiden kekerasan tersebut karena tidak sesuai instruksi Bupati Gowa.
Dalam instruksi itu, selalu menekankan pentingnya bersikap tenang dan humanis.
“Apa yang terjadi di lapangan betul-betul di luar perkiraan kami,” katanya lagi.
Saat ini, ia mengaku telah berkerjasama dengan pihak penyidik usai korban melapor ke pihak kepolisian dan melakukan visum di salah satu rumah sakit di Kabupaten Gowa.(Kar)











