BERITA

BKP Kementan RI Dorong Pemberdayaan Perempuan Palu Lewat Program P2L

845
×

BKP Kementan RI Dorong Pemberdayaan Perempuan Palu Lewat Program P2L

Sebarkan artikel ini

PALU, Celebespos.com – Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian mendorong pemberdayaan perempuan di Kota Palu, Sulawesi Tengah, lewat program Pekarangan Pangan Lestari (P2L), sebagai bentuk upaya pemenuhan kebutuhan pangan rumah tangga.

“Iya, pemberdayaan lewat program pekarangan pangan lestari, tidak hanya untuk pemenuhan pangan. Melainkan juga sebagai alternatif untuk penunjang pendapatan ibu rumah tangga,” ucap Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementan RI, Dr. H Anas Yalitoba.,S.Sos.,MM di Palu, Sabtu (5/6/2021).

Anas Yalitoba menjelaskan pemberdayaan perempuan ibu rumah tangga dilakukan berbasis kelompok. Di mana para ibu rumah tangga dibentuk dalam Kelompok Wanita Tani (KWT).

Anas Yalitoba KWT mengatakan harus mampu menjadi sumber produksi tanaman pangan produktif, dengan memanfaatkan lahan pekarangan rumah.

Ia menerangkan, Badan Ketahanan Pangan ditingkat pusat dan daerah menggagas program Pekarangan Pangan Lestari (P2L), yang menjadi pintu masuk pemberdayaan ibu rumah tangga, dengan salah satu tujuannya menjadi penunjang penyediaan benih dan pemenuhan pangan rumah tangga, serta alternatif penunjang pendapatan rumah tangga.

Ia mengakui bahwa, hasil yang diperoleh dari pemanfaatan pekarangan memang tidak terlalu besar, namun hal itu bisa membantu dalam pemenuhan kebutuhan benih.

“Karena itu, saya berharap kepada teman – teman unsur pemerintah daerah yang menangani pertanian, kiranya selalu intens dalam hal berkoordinasi dan melakukan pendampingan secara optimal kepada KWT yang dalam program P2L,” sebut Anas Yalitoba.

Ia meminta kepada Dinas Ketahanan Pangan di tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk aktif turun ke masyarakat, melakukan pendampingan langsung terhadap KWT, agar program P2L bisa memberikan manfaat besar terhadap para ibu rumah tangga.

“Sesuai arahan Menteri Sahrul Yasin Limpo bahwa program P2L harus berkelanjutan dan memberikan manfaat besar kepada sektor pertanian, dan terhadap pemulihan ekonomi para ibu rumah tangga, serta sebagai upaya pemenuhan kebutuhan rumah tangga,” ujarnya.

“Kami dari pertanian berharap ke depannya, KWT ini bisa jadi kelompok yang produktif yang bisa membantu kebutuhan keluarga rumah tangga,” ungkapnya.

Program P2L memiliki beberapa manfaat di antaranya yakni meningkatkan ketersediaan pangan utamanya sayuran, sebagai akses pangan bagi anggota KWT dan masyarakat sekitar.

“Meningkatkan keberagaman konsumsi pangan, serta membantu pencegahan stunting atau kekerdilan dan menekan pengeluaran keluarga/rumah tangga utamanya pada pemenuhan pangan rumah tangga,” ungkap Anas Yalitoba.

Anas Yalitoba bersama rombongan didampingi oleh Pemprov Sulteng dan Pemkot Palu melakukan peninjauan atas pelaksanaan program P2L di Kelurahan Birobuli Selatan, Kecamatan Palu Selatan dan di Kelurahan Pantoloan Boya, Kecamatan Tawaeli, Kota Palu. (Amt/Kar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *