PALU, Celebespos.com – Beredarnya pemberitaan oknum jurnalis dan anggota LSM Nusantara Coruption Watch (NCW) yang menjalankan proposal kegiatan sosial buka puasa bersama dan menggunakan logo Dewan Pers di wilayah Kabupaten Morowali Utara hal tersebut terjadi miskomunikasi pada koordinasi antara instansi terkait kepada salah satu jurnalis di Morut.
Menurut Rizal selaku Ketua Panitia kegiatan buka bersama jelas peruntukan anggaran yang digunakan.
“Ini merupakan bentuk kerjasama LSM NCW dan Media yang tergabung dalam kepanitiaan. Dan kami berterima kasih kepada seluruh donatur atas partisipasinya sehingga kegiatan ini terlaksana, meskipun kegiatan ini hanya dalam keserhanaan bagi-bagi nasi dos dan takjil yang di rangkaikan dengan buka bersama warga huntara Desa Mpanau,” ungkapnya Rabu, (21/4/2021).
Terkait pemberitaan yang beredar itu menjadi pelajaran buat kami selaku panitia, namun hal yang wajar dan patut di curigai setiap proposal yang beredar di setiap wilayah yang di anggap meresahkan setiap instansi, sangat setuju harus berhati-hati, kita mengedepankan nalar jurnalis melalui klarifikasi agar tidak terjadi miskomunikasi seperti pemberitaan yang beredar.
Kata Rizal, dalam pemberitaan beredar bahwa ada dua jurnalis aktif dan LSM. Jika merasa tidak senang kehadiran kami sampaikan baik-baik. Kegiatan kami sering di lapangan untuk investigasi berbagai persoalan di Daerah.
Lebih lanjut kata Rizal, soal logo Dewan Pers yang terpasang dalam proposal merupakan kekeliruan dari rekan saya yang membuat proposal. Ia berfikir bila media dan jurnalis terdaftar di salah satu lembaga pers secara otomatis terkafer di Dewan Pers. Serta rekan kami tidak paham soal peraturan penggunaan logo Lembaga seperti pada umumnya. Pada kopsurat yang kami buat juga terpasang logo LSM NCW karena jelas kerjasama kami, namun ini menjadi pelajaran besar buat kami.
“Oleh karena itu selaku ketua panitia menyampaikan permohonan maaf atas kekeliruan yang terjadi seperti beredarnya pemberitaan tersebut,” terangnya.(Kar)











