BERITA

Dapur Rubuh, Hidup Seadanya: Kisah Ibu Marni Warga Desa Bangga

5
×

Dapur Rubuh, Hidup Seadanya: Kisah Ibu Marni Warga Desa Bangga

Sebarkan artikel ini

SIGI – Kondisi memprihatinkan dialami Ibu Marni (59), warga Desa Bangga, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Di usia senja, Ibu Marni harus bertahan hidup dalam keterbatasan ekonomi dan tinggal di rumah yang tidak lagi layak huni.

Bagian dapur rumah Ibu Marni dilaporkan telah rubuh dan tidak dapat digunakan. Aktivitas memasak dan kebutuhan harian terpaksa dilakukan dengan fasilitas seadanya, yang dinilai membahayakan keselamatan dan kesehatan.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, Ibu Marni mengandalkan penghasilan yang sangat tidak menentu. Ia mencari sisa-sisa hasil panen jagung milik warga sekitar untuk dikumpulkan dan dijual. Dari hasil tersebut, ia hanya mampu membeli beras dan kebutuhan pokok paling dasar.

Ketua Umum Yayasan Peduli Masyarakat Nusantara (YPMN), Moh. Rizal, saat dikonfirmasi media ini pada Rabu, 11/02 mengatakan bahwa kondisi Ibu Marni merupakan potret nyata kemiskinan ekstrem yang masih terjadi di wilayah pedesaan.

“Ibu Marni hidup sendiri dengan kondisi rumah yang tidak layak dan penghasilan yang jauh dari cukup. Ini bukan sekadar persoalan kemiskinan, tetapi persoalan kemanusiaan yang harus segera mendapat perhatian,” ujar Moh. Rizal.

Ia menegaskan bahwa Yayasan Peduli Masyarakat Nusantara mendorong adanya kolaborasi antara pemerintah desa, pemerintah daerah, dan elemen masyarakat untuk memberikan bantuan nyata, baik perbaikan rumah maupun jaminan kebutuhan dasar.

“Kami berharap ada langkah cepat dan konkret. Negara dan masyarakat tidak boleh membiarkan warga lanjut usia hidup dalam kondisi seperti ini,” tegasnya.

Moh. Rizal juga mengajak masyarakat luas untuk menumbuhkan kepedulian sosial dan bergotong royong membantu Ibu Marni agar dapat menjalani hidup yang lebih layak dan bermartabat. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *