DONGGALA, – Masyarakat Desa Ngovi, Kecamatan Rio Pakawa, Kabupaten Donggala, mengeluhkan belum adanya realisasi perbaikan jembatan yang selama ini menjadi salah satu akses penting bagi aktivitas warga. Kondisi jembatan yang semakin rusak dan lapuk dinilai membahayakan keselamatan masyarakat yang melintas.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Donggala dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah segera mengambil langkah nyata untuk memperbaiki jembatan tersebut sebelum kondisinya semakin parah dan menimbulkan risiko bagi masyarakat.
Menurut salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, persoalan kerusakan jembatan tersebut sudah berulang kali disampaikan kepada pemerintah melalui berbagai forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Bahkan, warga mengaku telah mengajukan proposal kepada dinas terkait agar perbaikan jembatan dapat segera direalisasikan.
“Jembatan ini sudah beberapa kali kami usulkan dalam Musrenbang. Proposal juga sudah kami ajukan ke dinas terkait, tetapi sampai sekarang belum ada realisasi perbaikan,” ungkap warga tersebut.
Ia menyayangkan belum adanya penanganan terhadap kondisi jembatan tersebut, meskipun usulan perbaikan telah disampaikan berulang kali dan pergantian kepala desa sudah terjadi beberapa kali.
Menurutnya, masyarakat sangat membutuhkan perhatian pemerintah karena jembatan tersebut merupakan akses yang penting untuk menunjang mobilitas warga dan kegiatan sehari-hari.
KONDISI JEMBATAN MEMPRIHATINKAN
Berdasarkan keterangan warga, kondisi jembatan saat ini sudah tidak layak digunakan. Sejumlah bagian kayu dilaporkan mengalami kerusakan dan pelapukan sehingga kendaraan roda empat tidak dapat melintas di atas jembatan.
Akibat kondisi tersebut, pengendara mobil terpaksa menyeberangi sungai melalui bagian bawah jembatan. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran, terutama ketika debit air sungai meningkat akibat hujan.
Warga menilai kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Selain menghambat aktivitas masyarakat, kerusakan jembatan juga berpotensi menimbulkan risiko keselamatan apabila tidak segera ditangani.
WARGA MINTA PEMERINTAH SEGERA TURUN TANGAN
Masyarakat Desa Ngovi berharap pemerintah daerah dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah tidak hanya menerima usulan melalui forum perencanaan pembangunan, tetapi juga menindaklanjutinya dengan pemeriksaan lapangan, penetapan kewenangan penanganan, serta pengalokasian anggaran sesuai ketentuan.
Warga juga meminta dinas teknis terkait segera melakukan peninjauan terhadap kondisi jembatan untuk mengetahui tingkat kerusakan dan menentukan langkah penanganan yang diperlukan.
Jika perbaikan permanen belum dapat dilaksanakan dalam waktu dekat, masyarakat berharap pemerintah menyediakan langkah pengamanan sementara agar warga tidak terus-menerus menghadapi risiko ketika menyeberangi sungai.
Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan dari pihak Pemerintah Kabupaten Donggala maupun Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mengenai tindak lanjut usulan perbaikan jembatan tersebut.
Masyarakat berharap keluhan ini menjadi perhatian serius pemerintah. Warga tidak menginginkan persoalan tersebut terus berulang setiap tahun tanpa kepastian penyelesaian.
Kini, masyarakat Desa Ngovi menantikan langkah nyata pemerintah agar jembatan yang rusak dapat segera ditangani demi keselamatan, kelancaran mobilitas, dan kepentingan bersama. (***)













