Pembuat Logo HUT ke 10 Morut Diganjar Hadiah 5 Juta Rupiah

oleh -509 Dilihat
Foto : (Kiri ke kanan), Tokoh Muda Morowali Utara, Dr. Mardiman Sane, SH.,MH saat menyerahkan uang tunai 5 juta rupiah kepada Catra Litria Lingkup, sang pembuat logo HUT ke 10 Morowali Utara, Sabtu sore, 4 November 2023. (Dok/Kardy).
SHARE :

PALU, Celebespos.com – Salah satu tokoh muda asal Kabupaten Morowali Utara (Morut), Mardiman Sane, menunaikan janjinya perihal pemberian bonus uang tunai senilai 5 juta rupiah sebagai bentuk penghargaan dirinya kepada Catra Litria Lingkup sang pencetus logo Hari Ulang Tahun (HUT) ke 10 Morut belum lama ini.

Pemberian uang tunai secara cuma-cuma tersebut sebagai bentuk respek seorang Mardiman Sane atas hasil karya putra asal Desa Mondula, Kecamatan Lembo Raya, yang kini duduk di Semester 3 Prodi Ilmu Pemerintahan Universitas Tadulako (Untad) Palu tersebut.

“Morowali Utara adalah tempat kelahiran saya, otomatis saya juga memiliki tanggung jawab moral yang tinggi untuk daerah saya.
Saya memantau menjelang hari ulang tahun, bapak Bupati banyak mengumpulkan para pengusaha pada saat itu ! saya otomatis senang, karena pastinya bakalan meriah HUT saat itu. Tetapi kemudian saya kaget, ketika ternyata ada hal kecil tapi tidak diperhatikan dalam artian tidak diapresiasi. Baru di Morowali Utara piagam dan penghargaannya di pisah. Terus terang saja selama ini yang ada piagam dan penghargaannya diberikan menjadi satu,“ ujar Mardiman Sane dalam keterangan jumpa pers di salah satu cafe di Kota Palu, Sabtu sore, (4/11/2023).

Dikatakan Mardiman, dirinya sama sekali bukan maksud mengkritik ataupun menyerang pihak-pihak tertentu soal apresiasi kepada Mahasiswa asal Morut Catra Litria Lingkup terkait pembuatan logo HUT ke 10.

“Tetapi yang ingin saya katakan bahwa tolonglah menghargai hasil karya anak bangsa. Harus kita support adinda kita ini. Mestinya skala prioritas yang utama dibanding kemeriahan artis yang di undang saat momen HUT ke 10 Morut adalah si pembuat logo. Adinda kita ini menciptakan logo yang dipasang alias terpampang di panggung saat ada artis menyanyi, dipasang di umbul-umbul, bahkan saya pun mengucapkan selama ulang tahun Morowali Utara, saya pasang juga logo yang dibuat adinda kita ini,“ urainya.

Anehnya, Mardiman menilai pemerintah setempat hanya menganggap si pembuat logo adalah biasa-biasa saja.

“Mungkin mereka beranggapan semua orang bisa ba gambar. Tapi kan tidak se sederhana itu, dan itu butuh penghargaan. Tetapi saya yakin adinda Catra bukan tipikal orang yang mengharapkan imbalan. Cuman biar bagaimana pun ketika saya baca di berita bahwa adinda Catra saat diundang di HUT Morut dan pulang dengan penuh pengharapan bahkan membayar ongkos mobil rental pulang-pergi 600 ribu rupiah, ketika sampai di acara hanya disodorkan dengan sehelai kertas. Nanti viral, baru pihak panitia setempat minta nomor rekening adinda yang bersangkutan. Itukan sudah tidak tulus namanya,“ tutur Mardiman.

Ke semua itu diceritakan Mardiman Sane, disebabkan dirinya merupakan bagian dari pekerja seni yang paham dan tau betul menghargai hasil karya pekerja seni.

“Adinda Catra ini bekerja dan menghasilkan sesuatu yang mestinya dipandang semua orang yakni bicara Logo dan Merk. Hak Atas Kekayaan Intelektualnya diambil,“

Politikus muda Partai Demokrat ini meminta kepada Pemda setempat, untuk tidak merendahkan hasil karya putra daerah.

“Hari ini saya serahkan langsung kepada mahasiswa yang bersangkutan..!! Lima juta memang bukan uang yang banyak. Teruslah berkarya untuk daerah Morut yang kita cintai“. sanjung Mardiman Sane yang merupakan Caleg DPR-RI Dapil Sulteng.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.