Dinas Pangan Sulteng Gelar Rakor SPHP Pengendalian Inflasi

oleh -212 Dilihat
Foto (Kiri ke Kanan) : Kepala Biro Organisasi SDM & Hukum BAPANAS/NFA RI, Dr. H. Anas Yalitoba, S.Sos.,MM, Wakil Gubernur Sulteng, Drs. H. Ma'mun Amir, Kadis Pangan Sulteng, Ir. H. Iskandar Nongtji, ST.,MM. (Dok/Ist)
SHARE :

PALU, Celebespos.com – Wakil Gubernur, Ma’mun Amir, membuka Rapat koordinasi (Rakor) Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Pengendalian Inflasi Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) yang dilaksanakan di Swiss-Belhotel Kota Palu, Rabu pagi, (18/10/2023).

Rakor kali ini dihadiri langsung pihak Badan Pangan Nasional (BAPANAS)/National Food Agency (NFA) RI melalui Kepala Biro Organisasi, SDM dan Hukum, Anas Yalitoba.

Dalam sambutannya, Wagub Ma’mun Amir, mengapresiasi langkah Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di wilayah Provinsi Seribu Megalit yang telah pro aktif merespon bila terdapat kenaikan inflasi melalui berbagai kegiatan, seperti pelaksanaan pasar murah, operasi pasar, peningkatan produksi pangan, kerja sama antar daerah, realisasi dana Belanja Tidak Terduga (BTT) dan upaya-upaya lainnya, sesuai dengan enam langkah konkret pengendalian inflasi sebagaimana arahan Kemendagri yang telah memberikan hasil yang cukup baik.

Wagub menjelaskan, Inflasi Tahunan Sulawesi Tengah pada Triwulan III 2023 tercatat sebesar 0,18%, sedangkan Inflasi tahun ke tahun sebesar 2,83%.

“Data ini memberikan gambaran yang jelas tentang stabilitas harga dan daya beli masyarakat di tiap-tiap wilayah dan memberikan wawasan penting tentang tren harga di berbagai kota di tanah air, yang dapat membantu pemangku kebijakan dalam pengambilan keputusan ekonomi yang efektif sehingga pengendalian inflasi perlu dilakukan tidak hanya di level provinsi, namun juga perlu dilaksanakan secara intensif dan meluas di seluruh Kabupaten dan Kota di Sulawesi Tengah,“ urainya.

Wagub menekankan, kewaspadaan harus terus dijaga dengan mempertahankan kerja keras yang selama ini telah dilakukan dalam menjaga stabilitas inflasi kedepan, terutama di tengah masih tingginya harga beras dan peningkatan permintaan akan konsumsi beras.

“Saya mengingatkan kepada kita semua, bahwa upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan pengendalian inflasi dan peningkatan pertumbuhan ekonomi akan menjadi keniscayaan tanpa adanya sinergi dan dukungan dari berbagai pihak. Untuk itu, marilah kita terus menggelorakan semangat sinergi dan kolaborasi dalam melaksanakan berbagai upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan pengendalian inflasi di daerah, agar kita dapat terlepas dari ancaman krisis, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi sebagai bentuk kontiribusi dalam membangun daerah Sulawesi Tengah tercinta,“ ajak Wagub Ma’mun Amir.

Sementara itu, Kepala Dinas Pangan Sulteng, Iskandar Nongtji mengungkapkan, stabilisasi pasokan dan harga pangan merupakan prioritas yang terus digencarkan lewat berbagai strategi kegiatan, salah satunya gerakan pangan murah.

Menurut Inong, sapaan akrab Iskandar Nongtji, Dinas Pangan Sulteng menggelar rapat koordinasi membahas stabilisasi pasokan dan harga pangan di daerah ini, yang menghadirkan organisasi perangkat daerah yang menangani ketahanan pangan.

Melalui rapat ini, kata dia, perangkat daerah yang menangani pangan, akan membahas mengenai kondisi ketersediaan pasokan dan harga pangan, serta kendala dan tantangan yang dihadapi, dan strategi yang harus ditempuh dalam stabilisasi pasokan dan harga pangan.

“Ini sangat penting dan strategis, karena stabilisasi pasokan dan harga pangan membutuhkan sinergi dan komitmen bersama, yang berdampak pada upaya pengendalian inflasi daerah,“ bebernya.

Untuk diketahui, Badan Pangan Nasional/NFA RI mengajak seluruh stakeholders pangan baik pusat maupun tingkat daerah untuk mendukung upaya Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan. Hal ini bertujuan agar inflasi terkendali dengan baik dan turun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.