Gelar Pangan Murah Jaga Stabilisasi Harga Guna Kendalikan Inflasi

oleh -324 Dilihat
SHARE :

SIGI, Celebespos.com – Dinas Pangan Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) mengadakan gelar pangan murah yang berlangsung di Lapangan Sepakbola Desa Kota Pulu, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, Rabu, (4/10/2023) pagi.

Gelar Pangan Murah yang digelar kali ini bertujuan untuk membantu masyarakat agar dapat memperoleh bahan pokok dengan harga yang terjangkau, di bawah harga pasar, serta menjaga ketersediaan bahan pangan. Termasuk untuk mengendalikan inflasi daerah.

Kadis Pangan Sulteng, Iskandar Nongtji mengatakan, sesuai Surat Edaran (SE) Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (Bapanas/NFA) RI, tertanggal 29 Agustus 2023, semua pimpinan daerah agar mengintensifkan pemantauan harga pangan dan menggelar gelar pangan murah untuk stabilisasi harga.

“Khususnya beras, tiap pekan harus dilakukan pemantauan harga sesuai dengan harga di wilayah zona 2 yang meliputi Jambi, Sumsel, Sulawesi dan Maluku yang berada di kisaran Rp. 9.550 per kilogram,“ ucap Iskandar Nongtji dihadapan awak media.

Saat ini, menurut Inong sapaan akrab Kadis Pangan Sulteng, harga beras di pasar lokal mencapai Rp. 13.000 per kilogram.

“Ini menjadi tanggung jawab kita semua melaksanakan pemantauan sekaligus melakukan langkah intervensi pasar agar harga terkendali,“ tukas Inong pada gerakan pangan murah yang dihadiri pihak Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulteng, pihak Perum Bulog Sulteng dan Pemkab Sigi melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Sigi.

Ia melanjutkan, jajaran pemerintah memerhatikan sungguh-sungguh intruksi Presiden terkait untuk mendistribusikan cadangan pangan daerah di 13 Kabupaten/Kota se Sulteng yang harus rampung, setidaknya hingga tiga bulan kedepan. Dirinya juga sudah mengecek Dinas terkait di Sigi, yang sudah tersalurkan sebanyak 60 persen.

“Soal cadangan pangan daerah yang di salurkan untuk daerah rawan pangan, kini sudah sudah berjalan. Kota Palu mendapatkan kuota sebanyak 27 ribu ton. Sedangkan Kabupaten Poso sudah disalurkan pekan lalu sebanyak 37 ton lebih,“ bebernya.

Lebih jauh ia menjelaskan, terkait jaminan penyediaan pangan, Gubernur Sulteng, Rusdy Mastura telah mengalokasikan sedikitnya Rp. 10 miliar pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) perubahan 2023. Dana tersebut dialokasikan untuk Cadangan Pangan Daerah (CPD) yang distribusinya berdasarkan usulan dari pemerintah Kabupaten/Kota.

“Pak Gub menaruh perhatian besar soal cadangan pangan ini. Kita siapkan Rp. 10 miliar pada APBD perubahan 2023, tapi penyalurannya sesuai dengan usulan dari daerah-daerah,“ jelas Inong.

Kadis Pangan Sulteng ini menjanjikan, gelar pangan daerah yang digelar hari ini akan kembali di laksanakan di Desa Peana, Kecamatan Pipikoro dan Desa Puro’o, Kecamatan Lindu yang bertepatan dengan pelaksanaan Festival Danau Lindu (FDL) bulan November 2023 mendatang. Selain itu di Kota Palu akan digelar pula kegiatan serupa.

Masih soal pangan, Dinas Pangan Sulteng, lanjut Inong, akan membangun lumbung pangan di Desa Boladangko, Kecamatan Kulawi. Lumbung pangan ini, kata dia, dibangun di beberapa desa yang dianggap perlu. Selain itu, Dinas Pangan Sulteng yang dipimpinnya juga berencana membangun gudang pangan besar dengan catatan lahannya disiapkan oleh Pemerintah setempat.

“Uangnya sudah kita siapkan. Pak Bupati tinggal siapkan lahannya. Jika gudang pangan ini terbangun, maka pemerintah tak perlu lagi menitipkan pangan di Bulog,“ akuinya.

Rencana lainnya adalah membangun laboratorium pengujian sebagai lembaga sertifikasi organik. Jika bangunan ini terwujud, maka ini adalah yang kedua di Indonesia.

“Fungsinya untuk mensertifikasi bahan-bahan organik aman pangan yang bisa dikonsumsi warga termasuk untuk menyuplai kebutuhan di rumah sakit dan kawasan industri seperti di Indonesia Morowali Industrial Park (PT. IMIP),“ ungkap Inong.

Di tempat yang sama, Bupati Sigi, Mohamad Irwan, menjabarkan bahwa gelar pangan murah ini untuk menjaga stabilitas pangan pokok di tingkat konsumen serta meningkatkan akses pasar produsen dengan harga yang terjangkau. Gelar pangan murah ini, menurut Irwan, tak semata soal harga. Akan tetapi ini juga gerakan kolektif dari dinas terkait di Kabupaten Sigi yang di dalamnya ada Dinas Perkebunan, Pertanian dan Dinas Pangan yang bergerak bersama untuk menghadirkan pangan yang terjangkau bagi semua kalangan.

Daerah-daerah yang produksi pangannya relatif baik namun meminta agar ada operasi pangan murah. Menurut Bupati, hal ini disebabkan karena gagal panen yang memicu kenaikan harga pangan pokok. Irwan juga menyebut soal beras impor yang membanjiri pasal lokal dan pada saat yang bersamaan, Kementerian Pertanian bahkan menyebutkan Kabupaten Sigi adalah daerah yang mengalami surplus beras.

Ditanya soal tingginya harga beras di pasar lokal yang mencapai Rp. 13.000/kg, Irwan mengaku, belum mengetahui penyebabnya. Padahal cadangan pangan bantuan dari pemerintah pusat sudah terdistribusi sekitar 60 persen.

“Saya belum tahu penyebab pastinya. Tapi Pemerintah tetap menggalakkan intervensi pasar untuk menstabilkan harga di pasaran“. tutupnya.

Gelar Pangan Murah ini diikuti oleh pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang mendapat subsidi oleh Pemerintah maupun Bulog. Sedangkan pelaku usaha yang ikut dalam memasarkan produk sembako murah, antara lain PT. Rajawali Nusindo (PT RNI), PT Indomarco Prismatama serta para distributor/ID food dan pelaku usaha menengah.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.