Berikut Hasil Evaluasi Kemendagri, Jawaban 10 Bulan Kinerja Pj. Bupati Buol

oleh -512 Dilihat
Foto : Penjabat (Pj). Bupati Buol, M. Muchlis Yodjodolo (Dok/Hendra)
SHARE :

BUOL, Celebespos.com – Sejak beberapa hari terakhir sering ramai diperbincangkan hasil keputusan Kementerian dalam negeri (Kemendagri) terkait hasil evaluasi penyelenggaraan pemerintah daerah secara Nasional tahun 2023.

Sekaitan dengan hal itu, terdapat dua kabupaten yang berada dalam kategori sedang dan tertinggi dari beberapa Kabupaten lain yang ada di Sulawesi Tengah. Dua Kabupaten yang dimaksud yakni Kabupaten Morowali Utara dengan skor 2,95 dan Kabupaten Buol yang mendapatkan skor 2,74.

Dikonfirmasi akan hal ini, Penjabat (Pj). Bupati Buol, M. Muchlis Yodjodolo menyampaikan, atas penilaian Kemendagri tersebut. Hasil evaluasi ini juga menjadi jawaban sekaligus konfirmasi atas berbagai rumor ataupun hoax beberapa waktu lalu akan kinerja mereka sekaligus kerja bersama seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di Bumi Pogogul tersebut.

Kurun waktu selama 10 bulan terakhir, terdapat beberapa capaian yang telah dilakukan oleh Pemda Kabupaten Buol. Antara lain :

1. Menerima bantuan hibah mobil pemadam kebakaran dan ambulance dari Jepang untuk optimalisasi layanan kesehatan melalui Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri.

2. Kerjasama akses investasi dengan pengusaha Jepang untuk pasar komoditi jagung.

3. Pemberian beasiswa full gratis dari Yayasan Pendidikan Athirah Makassar kepada siswa/siswi berprestasi dari keluarga tidak mampu di Kabupaten Buol.

4. Inisiatif pengusulan kepada Pemerintah Pusat untuk pembukaan beberapa ruas jalan di wilayah Kabupaten Buol, sebagai prioritas infrastruktur Sulawesi Tengah untuk membuka akses barang dan jasa.

“Salah satunya adalah poros Panilan Jaya – Jatimulya sepanjang 8,9 KM yang sedang dalam proses pekerjaan,“ ucap Pj. Bupati, Muchlis.

5. Training peningkatan kompetensi siswa dan guru Kabupaten Buol dalam rangka peningkatan numerasi dan literasi pendidikan, bekerjasama dengan Lembaga Pendidikan ZENIUS Primagama.

6. Kolaborasi dengan Pemda Kabupaten Sumedang dalam rangka SPBE dan Percepatan Penurunan Stunting.

7. Kerjasama dengan Politeknik Transportasi Darat Indonesia-Sekolah Tinggi Transportasi Darat (PTDI-STTD) Kementerian perhubungan (Kemenhub) pola pembibitan dalam rangka mencetak tenaga ahli di bidang transportasi darat.

8. Kontrak kerjasama dengan Yayasan Teknologi Indonesia Jaya (Prof. Yohanes Surya), sebagai upaya peningkatan kompetensi siswa/siswi Kabupaten Buol, dalam Bidang Sains dan Matematika.

9. Kerjasama dengan Provinsi Jawa Barat tentang merit sistem pegawai dan pelayanan publik serta potensi daerah.

10. Fasilitator sekaligus mediator antara masyarakat dan perusahaan perkebunan sawit, dengan membentuk tim gabungan (pemerintah, petani/pemilik lahan, perusahaan dan lembaga swadaya masyarakat ).

“Untuk menyelesaikan beberapa permasalahan antara petani plasma, koperasi dan perusahaan sawit yang telah berlangsung sangat lama,“ ujarnya lagi.

11. Kerjasama dengan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar dalam pembuatan kajian yang komperhensif tentang pertambangan mineral dan batuan di Kabupaten Buol .

12. Menginisiasi pembukaan beberapa Program Studi perkuliahan dalam pembelajaran jarak jauh Universitas Tadulako, yang telah mendapat persetujuan dari Kemendikbudristek RI.

13. Pembangunan kawasan transmigrasi di Kecamatan Palele yang telah memasuki tahap finishing.

Selain beberapa pencapaian tersebut, Muchlis juga menjelaskan, bahwa dirinya akan terus menjalankan tugas Pemerintahan di Kabupaten Buol sampai batas waktu yang ada yakni pada bulan Oktober 2023.

“Soal perpanjangan atau tidak, biarlah menjadi kewenangan Kemendagri dan Bapak Gubernur serta tentu saja takdir Allah selanjutnya,“ terang Kepala Inspektorat Provinsi Sulawesi tengah tersebut.

“Saya bukan orang yang berambisi atas jabatan, karena jabatan adalah amanah. Jika masih di perpanjang, saya akan menjalankan amanah negara tersebut dengan sebaik-baiknya dan bertanggung jawab. Jika tidak, saya akan kembali bertugas di Provinsi Sulawesi Tengah“. tambah putra Alm. Kisman Yodjodolo, tokoh senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Sulawesi Tengah tersebut.

Perihal perjalanan karir selanjutnya, Ketua IKAPTK (Ikatan Keluarga Alumni Pandidikan Tinggi Kepamongprajaan) Sulawesi Tengah ini menegaskan sebagai ASN, dirinya tidak boleh berpolitik praktis, maka saat ini karir yang di tempuh adalah karir birokrasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.