UPT Kawasan Konservasi Teluk Tomini, Kembali Bentuk Tim Jaga Ekosistem Laut

oleh -1114 Dilihat
SHARE :

PALU, Celebespos.com – Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kawasan Konservasi Teluk Tomini Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Tengah, Jufri Lahmadi bersama Kepala Desa Poly, Kecamatan Tinombo Selatan, Ujeng dan Kepala seksi Pemberdayaan Masyarakat Pesisir dan Pulau-pulau kecil Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulteng, Nur Masita M Ardi, memfasilitasi terbentuknya tim perumus Kearifan Lokal Masyarakat Pesisir (KLMP), Senin (28/2/2022) waktu setempat.

Dipertemuan itu, kata Jufri, telah menghasilkan sejumlah kesepakatan, antara lain, terbentuknya tim perumus kearifan lokal Desa Poli dan Desa Siney Tengah, Kecamatan Tinombo Selatan, yang menghasilkan beberapa nama sebagai perwakilan masing-masing desa.

Adapun nama-nama tim perumus kearifan lokal itu adalah, Basang, tokoh adat suku bajo, Darfin Kepala Dusun VI desa Siney Tengah, Mastun, tokoh agama, Idris tokoh masyarakat, Lisman tokoh pemuda dan Hesti tokoh perempuan.

“Selain itu, juga ditambah sejumlah tokoh dari desa Poli yakni, Opin kepala dusun IV Desa Poli, Salam, tokoh agama, Trisno, tokoh masyarakat, Anto, tokoh pemuda dan Fajrina, tokoh perempuan,“ ujar Jufri.

Sementara tim fasilitator yang hadir, lanjut Jufri, yang pernah mejadi ketua BEM UNISA Palu ini, selain dirinya juga hadir Kepala Desa Poly, Kecamatan Tinombo Selatan, Ujeng dan Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulteng, Nur Masita M Ardi.

Menurut alumni Fakultas Perikanan Universitas Alkhairaat itu, target yang ingin dicapai dari terbentuknya tim perumus itu adalah, terpeliharanya ekosistem laut, mengefektifkan kembali partisipasi aktif masyarakat dan terhindarnya tindak pidana perikanan, misalnya pemboman dan destruktif fishing.

Selain itu, kata mantan aktivis, diharapkan terkelolanya penangkapan ikan yang ramah lingkungan dan terjalinnya komunikasi yang efektif antara dinas terkait dan masyarakat pesisir.

“Poinnya adalah, terjaganya ekosistem laut dengan kearifan lokal yang sudah mengakar selama ini di masyarakat, serta terjadinya komunikasi yang baik antara dinas terkait dengan masyarakat“. harapnya. (Hdy/Kar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.