Dukung Program Gubernur, Bangun Akses Jalan Bypass Non Tol Menuju IKN

oleh -625 Dilihat
SHARE :

PARIGI MOUTONG, Celebespos.com – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) akan terus menggenjot sektor kebutuhan pangan bagi IKN di Kalimantan Timur (Kaltim).

Hal itu tak lain untuk mendukung program Gubernur Sulawesi Tengah yaitu gerak cepat Sulteng sebagai penyangga Ibu Kota Negara di Kaltim.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Parigi Moutong Zulfinasran mengatakan, perlunya mempersiapkan segala hal dalam menopang logistik di IKN Nusantara.

Kata Sekda, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Kaltim sebagai pusat Pemerintahan IKN pasti banyak membutuhkan logistik pangan. Sehingga, masih Zulfinasran, perlunya Parigi Moutong mempersiapkan apa-apa yang menjadi kebutuhan utamanya adalah kebutuhan prioritas yang di minta oleh Kaltim.

“Untuk menuju ke situ, perlunya akses jalan untuk bongkar muat logistik. Misalnya, untuk Sulawesi Tengah telah memiliki salah satu pelabuhan yaitu pelabuhan Taipa, maka Parimo perlu akses lebih dekat lagi menuju kesitu, begitupun dermaga Tambu di Kecamatan Balaesang, Kabupaten Donggala, untuk menuju ke Tambu, perlu dukungan membuka akses jalan sehingga ada multi efek, ibaratnya satu sektor tersentuh maka sektor lain terikut,“ pintah Sekda, Sabtu (26/2/2022) sore.

Lebih lanjut, untuk mempercepat akses ke PPU apa yang harus dibutuhkan untuk mempermudah pasokan logistik dan jika seandainya Kapal Feri hanya ada di Balikpapan dan Palu, maka apa yang harus dilakukan.

“Tentunya perlu dukungan dari Kementerian-Kementerian terkait untuk menyediakan dermaga Feri di PPU dan Tambu,“ ujar Sekda.

“Kita dapat bersama-sama nanti antara Kabupaten Donggala dan Kabupaten Parigi Moutong untuk rencana pembangunan dermaga dan pembukaan akses jalan. Kita juga bersama-sama dengan Pemerintah PPU, Donggala dan Parigi Moutong ke Kementerian PU, Kementerian Perhubungan, untuk membuka akses dermaga dan jalan tembus ke Parigi Moutong. Ini saya yakin pasti disahuti baik oleh pak Gubernur. Karena tujuan pak Gubernur bagaimana membuka akses jalan Kasimbar ke Tambu dan bagaimana pembagunan dermaganya,“ katanya lagi.

Untuk itu, pihaknya telah meminta PUPRP Parigi Moutong, untuk membuatkan Rencana Desain Tata Ruang (RDTR), membuat phrase jalan bypass non tol.

“Saya sudah minta kemarin ke PUPR buatkan dua RDTR yaitu, satu untuk phrase jalan di Parigi Selatan dan satunya lagi untuk phrase jalan antara Dolago tembus dengan Sigi di Paneki. Kemudian RDTR yang dibuat oleh PUPRP Bidang Tata Ruang agar jalan bypass non tol ke Tambu harus kita siapkan dan juga harus ada dukungan dari Pemerintah Kabupaten Sigi dan Kabupaten Donggala tentunya,“ bebernya.

“Pertanyaanya kenapa harus Sigi? karena kalau jalan itu terbuka maka dari Parigi ke Sigi tinggal sekian menit saja, dan dari Parigi melewati Kasimbar jika ada akses non tol ke Tambu yang biasanya ditempuh 5 sampai 6 jam itu bisa kurang lebih 1 jam. Ketimbang lewat Sigi kemudian lewat Palu, lewat Lero dan seterusnya sampai ke Tambu itu bisa hampir 5 jam. Berarti ada muti efek lainnya disekitar itu“. terang Sekda Parimo ini. (IKP/Kar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.