Prihatin dan Sayangkan Kejadian Ricuh yang Mengakibatkan Nyawa Warga Melayang

oleh -481 Dilihat
SHARE :

PALU, Celebespos.com – Aksi unjuk rasa warga di Tinombo Selatan, Kabupaten Parigi Moutong yang menolak keberadaan Izin Usaha Pertambangan (IUP) milik PT. Trio Kencana di Kasimbar berakhir ricuh.

Masyarakat yang berunjuk rasa terlibat bentrokan dengan aparat kepolisian, warga pun sempat memblokade jalan di Desa Sinei, Kecamatan Tinombo Selatan, Sulawesi Tengah, Sabtu (12/2/2022) waktu setempat.

Aparat kepolisian bubarkan masyarakat pengunjuk rasa dengan menggunakan water canon, gas air mata dan flash ball, terus merangsek mengurai kerumunan warga. Sementara ratusan warga yang sejak Sabtu siang berunjuk rasa terus berusaha melawan aparat dengan lemparan batu. Aksi masih berlangsung hingga Sabtu malam, pukul 22.00 WITA.

Risharyudi Triwibowo, Wasekjen DPP PKB anak asli Sulteng, dari kantornya di Jakarta pada media ini menyampaikan keprihatinan dan menyayangkan kejadian ricuh yang mengakibatkan nyawa warga melayang.

Bowo Timumun sapaan akrabnya, turut berduka cita mendalam dan meminta pihak kepolisian usut tuntas, “Yang bersalah wajib dikenai sanksi, juga sangat berharap semua pihak bisa dinginkan kepala, hati dan kedepankan dialog. Ayo selesaikan masalah dengan cara damai, musyawarah mufakat, dalam hal ini masyarakat pasti punya keinginan dan perusahaan pun pasti punya kemauan,“ ajak Bowo Timumun.

Dalam dialog, lanjut Bowo, semua alasan bisa disampaikan untuk mencari titik kesepakatan. Pihak kepolisian, kata dia, bisa memfasilitasi/mediasi pertemuan kedua belah pihak, begitupun pemerintah daerah atau pemerintah Kecamatan/Desa.

Ia pun menambahkan bahwa, kericuhan yang terjadi harus segera diakhiri, semua pihak sebaiknya bisa tenang, menahan diri dan sama-sama buka hati serta ruang dialog, investasi untuk daerah sangat penting, mengakomodir permintaan masyarakat setempat juga penting. pelestarian alam pun, masih Bowo, wajib diutamakan. Penambahan PAD bagi daerah dan PADes bagi desa juga dibutuhkan, “Saya rasa semua pihak bisa cari win win solution atau semua dapat hasil baik dengan cara situasi damai,“ bebernya.

Dirinya meminta pihak masyarakat untuk tidak anarkis dalam meminta tuntutannya,
“jangan pakai lempar batu ke aparat, mereka hanya menjalankan tugas dan mereka juga saudara-saudara kita, juga pihak perusahaan jangan ngotot tanpa solusi yang saling menguntungkan semua pihak. Perusahaan anda menambang pasti ada keuntungan maka perhatikanlah sarana prasarana sosial masyarakat di sekitar area penambangan sampai ke Desa/Kecamatan dan mohon kepada pihak kepolisian untuk kedepankan penanganan persuasif, hindari represif karena akan membentuk pandangan publik bahwa ada keberpihakan dalam penyelesaian masalah ini“. terang Bowo Timumun. (Kar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.