POLITIK

Pasca Debat, Perindo : Kelihatan Calon Pemimpin Yang Optimis, Pesimis Dan Ngawur

PALU, Celebespos.com – Debat calon Walikota dan calon Wakil Walikota Palu sesi pertama yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palu, Selasa 27 Oktober 2020 cukup menarik perhatian, terkhusus mengenai persoalan bencana di Kota Palu.

Ketua DPD Partai Perindo Kota Palu Andri Gultom mengatakan, pertanyaan yang dilontarkan pasangan petahana Hidayat – Habsa Yanti Ponulele berkaitan dengan cara menyelesaikan persoalan Huntap, Stimulan dan Infrastruktur melalui APBD Palu yang minim, membuat masyarakat mengetahui calon pemimpin yang pesimis, optimis dan berhayal.

“Ada Paslon yang mengatakan empat bulan persoalan ini bisa selesai, itu menghayal bahkan menurut saya ngawur. Kita tahu bahwa empat bulan itu kita yang dibantu oleh pemerintah pusat, pemerintah provinsi, relawan , Negara lain dan sebagainya tetapi juga tidak bisa diselesaikan, butuh waktu yang panjang,” kata Andri pada celebespos.com Rabu, (28/10/2020).

Ia juga mengatakan, bahwa langkah kongkrit yang dilakukan oleh Hidayat sebagai Walikota saat itu adalah bentuk pemimpin optimis yang mau mengambil resiko dalam kondisi darurat. Padahal, mekanisme keuangan birokrasi jika tidak sesuai bisa berakibat hukum dikemudian hari.

“14 hari setelah bencana , seluruh jalan kota Palu sudah mulai diperbaiki menggunakan dana APBD Palu yang diutang kepada pihak kontraktor. Ini resiko hukum besar, tetapi karena Walikotanya berani akhirnya semua di lakukan, ini pemimpin optimis, ” jelas, politisi muda dari Partai Perindo itu.

Menunggu bantuan menurutnya bukanlah solusi dari penyelesaian bencana yang terjadi 28 September 2018 lalu, melainkan menjemput dan berusaha untuk mencari peluang bantuan yang harusnya dilakukan. Hingga saat ini, seluruh lahan untuk pembangunan huntap sudah selesai ditangani oleh Pemkot Palu, meskipun masih ada kendala seperti di Huntap Kelurahan Talise.

“Namun penyelesaiannya sudah selesai. Pemkot tetap menggusur lahan. Infrastruktur di Huntap Tondo juga sudah selesai, itu bersumber dari dana APBD Palu, sementara bantuan APBN baru dikerjakan tahun ini, itupun belum selesai,” ujarnya.

Menurutnya, isu bencana yang digiring oleh pasangan calon lainnya itu membuat masyarakat tahu kondisi sebenarnya pasca bencana. Bahkan opini berkaitan lambatnya penanganan bencana yang kerap menjadi isu sudah terjawab sendiri dalam debat.

“Kita belum punya dasar survei dari lembaga Independen selain dari tim sukses Walikota atau calon Walikota berkaitan dengan lambannya penanganan bencana, ” tutup Ketua Perindo Kota Palu.(Kar)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker