BERITA

Kadis Pendidikan Dukung Ekstrakurikuler Program Patujua

PALU – Celebespos.com Kepala perwakilan Dra. Maria Ernawati, M.M beserta jajaran pimpinan dan widyaiswara BKKBN Sulawesi tengah, menyambangi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah terkait program PATUJUA, dan disambut baik Kepala Dinas Drs. irwan Lahace, M.Si di ruang kerjanya Kamis (09/10)
.
Maria Ernawati menyampaikan, integrasi program PATUJUA tidka lain, untuk menurunkan angka pernikahan dini. “ada beberapa isu yang menjadi PR kami dalam pengelolaan Bangga Kencana, salah satunya angka usia kawin pertama di bawah 20 tahun yang tinggi di Sulawesi Tengah”kata Ernawati.

Angka usia kawin di bawah 20 tahun itu yaitu 58 persen. Melihat data itu, BKKBN bersama dengan Dinas P2KB Provinsi Sulawesi Tengah selaku OPD teknis di Pemerintahan Sulteng, bersinergi menurunkan angka pernikahan dini dengan mengembangkan satu program yg diambil dari bahasa kaili “PATUJUA” yaitu, Satu Tujuan, dan Gubernur Sulteng sudah menyetujui nama tersebut.

Lanjutnya bahwa, melalui program ini diharapkan semua pihak terkait bisa saling bersinergi untuk satu tujuan” Kami mengetahui beberapa dinas terkait sudah memiliki program serupa, namun belum sinkron satu dengan yang lainnya, dan di kesempatan ini kami membawa draft surat peraturan yang berisi pengelolaan PATUJUA, sehingga nanti menjadi satu sistem di pemerintahan, yangbdi kerjakan secara sama-sama” Ucap erna.

Erna juga mengutarakan, pihaknya ingin mengintegrasikan PATUJUA mengenai Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) ke dalam ekstrakurikuler di tingkat SMA. Karena melihat angka nikah dini yang banyak di usia SMA.

” kami mempunyai 1 konsep yaitu, memasukkan PUP sebagai ekstrakurikuler di SMA yang dimulai dari kelas 1, jadi saat masuk SMA pola pokir siswa langsung terkonsep untuk tidak segera menikah”ungkapnya.

sementara Irwan Lahace yang didampingi Sekretaris Chwarismy Shindy, S.Sos dan Kepala Bidang SMA Muhlis, S.Pd., M.Si, mengucapkan terimakasih dan mendukung gagasan program PATUJUA ” yang di harapkan memiliki dampak bagi para remaja untuk menahan diri tidak menikah dini.

“Terimakasih BKKBN Sulteng bersama jajarannya dan saya sangat menyambut baik dengan adanya program PATUJUA ini, dan konsep ekstrakurikuler untuk mencegah pernikahan dini di tingkat SMA, tentu bukan cuma anak SMA tapi juga SMK, nanti tinggal teknisnya bersama kepala bidang agar menyisir SMA dan sekolah sederajatnya. Aapalagi di masa covid 19 dampaknya terhadap remaja bisa menjadi bom waktu” Ujarnya. WA / BKKBN Sulteng.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker