BERITA

BWS Abai Kondisi Banjir Di Sigi

PALU – Terkait dengan kondisi wilayah Kabupaten Sigi yang rawan akan bencana banjir di sejumlah titik, Bupati Sigi Mohamad Irwan menyampaikan, untuk situasi saat ini di Desa Sibalaya Barat sudah tujuh rumah warga yang hanyut akibat air sungai yang menggerus tebing sungai, serta sejumlah desa lain yang juga menjadi perhatian yakni, Desa Bangga, Tuva, Omu dan Desa Poi.

Untuk Desa Sibalaya Barat Pemda Sigi telah melakukan koordinasi baik secara lisan dan tertulis kepada instansi yang berwenang, dalam hal ini Balai Wilayah Sungai Sulawesi III . “Kalau kita lihat kewenangan dan aturan dan sebagainya kita tidak mampu, namun hal itu kewenangan BWS, dan saya beberapa kali berhubungan datang ke kantor BWS serta menyampaikan surat, akan tetapi jawabannya, kita tunggu dana. Tentunya itu tidak akan bisa ? sementara rumah warga akan kembali hanyut bila masih menunggu dana”ungkap Bupati Sigi.

Melihat kondisi tersebut, Bupati Sigi telah mengambil langkah diskresi di tengah keterbatasan alat dan anggaran yang ada, dengan memerintahkan penggunaan dana kontinjensi untuk menanggulangi kondisi saat ini. Selain itu lanjutnya, Dinas PUPR Kabupaten Sigi juga telah bersurat kepada Bupati Sigi terkait permohonan pengambilan batu gajah untuk melakukan pembendungan pinggiran sungai yang tergerus.

Seperti diketahui bahwa, program Sigi Hijau pemerintah daerah tidak mengijinkan pengambilan batu gajah untuk alasan ekonomi. Namun untuk alasan sosial, pihaknya telah menanggapi permohonan Dinas PUPR tersebut, dan memerintahkan untuk melakukan koordinasi dengan Camat Dolo Barat dan Kepala Desa Kalukutinggu.

“Dinas PUPR telah melakukan pertemuan dengan Camat, Kepala Desa, dan masyarakat setempat di lokasi pengambilan batu gajah, dan masyarakat sangat memahami kondisi dan tujuan penggunaan batu gajah tersebut, untuk membendung wilayah sungai di Sibalaya Barat yang tergerus dan menghantam rumah warga”kata Bupati Sigi.

Bupati Sigi Moh Irwan kembali mengulas di forum RDP tersebut bahwa, Pemda Sigi berulangkali menyampaikan agar pemerintah provinsi dan DPRD Sulawesi Tengah dapat segera turun langsung dan melihat kondisi masyarakat di lokasi-lokasi titik banjir tersebut, yang memang sangat membutuhkan bantuan dan penanganan segera.

“kondisi masyarakat saat ini sangat tidak berdaya, apalagi dengan keterbatasan anggaran dan alat yang dimiliki Pemda Kabupaten Sigi untuk menangani sendiri kondisi tersebut. Dan mohon setelah sidang kita dapat melihat langsung kondisi di lapangan, dan beberapa titik rawan banjir lainnya”ajak Bupati Sigi.WA

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker